Pondok Pesantren Dar El-Ilmi Terapkan Langkah Konkret Cegah Penyimpangan, Jaga Keamanan & Kenyamanan Santri
May 13, 2026
Pondok Pesantren Dar El-Ilmi Terapkan Langkah Konkret Cegah Penyimpangan, Jaga Keamanan & Kenyamanan Santri
Payakumbuh, Sumatera Barat – Di tengah kekhawatiran masyarakat terkait maraknya kasus penyimpangan perilaku di lingkungan pendidikan, khususnya pesantren, Pondok Pesantren Ma’had Dar El-Ilmi mengambil langkah tegas dan terstruktur untuk mencegah serta mengantisipasi hal serupa terjadi di lingkungannya. Langkah ini disusun sebagai bentuk tanggung jawab penuh terhadap keamanan, akhlak, dan masa depan seluruh santri, serta memberikan ketenangan hati bagi para wali santri dan masyarakat luas.
Pihak pesantren merilis panduan lengkap berisi 19 poin utama yang dibagi ke dalam tiga aspek utama: Pencegahan & Penyaringan, Adab & Regulasi, serta Sensitivitas & Tindakan. Di tahap awal, seleksi ketat diterapkan mulai dari penerimaan guru, karyawan, hingga santri baru, guna memastikan seluruh warga pesantren memiliki latar belakang dan karakter yang sesuai nilai-nilai agama dan norma yang berlaku. Tata ruang dan fasilitas pun diatur secara ketat: pemisahan tempat tidur per individu, pengaturan kamar mandi bergantian, larangan berganti pakaian di tempat umum, serta pemasangan CCTV di setiap ruangan untuk pengawasan yang transparan namun tetap menjaga privasi.
Dalam hal aturan dan adab, pesantren menetapkan standar berpakaian yang menutup aurat dengan sempurna, pengaturan barang pribadi, potongan rambut, hingga tata cara tidur dan penggunaan ruang musyawarah. Seluruh aturan ini tidak semata-mata larangan, melainkan bentuk pembinaan akhlak agar santri tumbuh menjadi pribadi yang tertib, bermoral, dan menjaga batasan-batasan syariat. Pihak pengurus juga berkomitmen selalu memberikan nasihat dan pendampingan secara berkelanjutan, bukan hanya aturan tertulis.
Lebih jauh lagi, pesantren melatih seluruh pengurus dan tenaga pendidik untuk peka terhadap tanda-tanda yang tidak wajar. Santri laki-laki misalnya, dibina agar tidak bersikap manja atau cengeng berlebihan, serta diajarkan menjaga jarak dan batasan dalam hubungan antarteman, termasuk hubungan akrab seperti adik angkat atau sejenisnya. Mekanisme pelaporan dibuat mudah dan responsif: setiap santri didorong berani melapor jika melihat atau mengalami hal yang tidak pantas, dan pengurus wajib menindaklanjuti dengan cepat, tegas, dan melindungi calon korban dari tekanan atau tindakan fisik dari pelaku. Penanganan kecurigaan dilakukan sejak dini, tidak menunggu masalah menjadi besar, serta ditempatkan pengawasan lebih dari dua guru dewasa di setiap lingkungan asrama dan kegiatan.
Pimpinan Pondok Pesantren Dar El-Ilmi menegaskan, langkah-langkah ini diambil semata-mata demi menjaga amanah orang tua dan menjaga pesantren sebagai tempat yang aman, nyaman, dan berkualitas dalam mendidik generasi muda. “Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Oleh karena itu, kami tidak hanya berjanji, tetapi menyiapkan sistem, aturan, dan tim yang siap menjaga dan membina setiap santri dengan sepenuh hati. Keamanan dan akhlak santri adalah prioritas utama kami,” ujar pihak pengurus.
Dengan adanya panduan dan tindakan nyata ini, diharapkan masyarakat dan para wali santri dapat kembali tenang dan percaya sepenuhnya menitipkan anak-anak mereka untuk menuntut ilmu di Dar El-Ilmi. Pesantren berkomitmen terus meningkatkan kualitas pembinaan, agar setiap santri tidak hanya pandai dalam ilmu agama dan umum, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lurus, kuat akhlaknya, dan sesuai dengan fitrah serta ajaran agama Islam.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi: www.darelilmi.ponpes.id atau menghubungi nomor layanan: 0852-7899-8607.
1 Komentar